STIKES Bina Mandiri Gorontalo bersama Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kementerian Kesehatan Gorontalo bakal berkolaborasi pada Seminar Internasional. Seminar Internasional yang bakal menghadirkan pembicara dari 5 negara ini, diinisiasi oleh Ketua STIKES-BMG dan Direktur Poltekkes Gorontalo. Gagasan mengenai kolaborasi dalam pelaksanaan Seminar Internasional ini, telah ditindaklanjuti dengan pertemuan perdana yang digelar Selasa (21/05).
“Pertemuan kemarin, merupakan agenda awal dari kolaborasi penyelenggaraan seminar internasional. Pada pertemuan itu, kita sempat memberikan gambaran tentang seminar internasional yang sebelumnya pernah kita gelar mulai dari tahun 2016 hingga 2018 kemarin dengan dihadiri oleh 400 sampai dengan 600 peserta,” kata Kepala CCLC-BMG, Ayu Anastasya Rachman, MA.
Pada pertemuan tersebut, juga sempat dipaparkan mengenai konsep dan mekanisme serta penentuan tema Seminar Internasional. “Temanya, adalah berorientasi pada sector kesehatan. Baik STIKES-BMG maupun Poltekkes Gorontalo, sama-sama menyelenggarakan Prodi Gizi dan Farmasi. Sehingganya kita telah bersepakat bahwa tema yang diangkat adalah; Peningkatan Kualitas Hidup Manusia. Dan kepanitiaannya nanti adalah kepanitiaan bersama,” jelas Ayu.
Dalam beberapa waktu ke depan, baik pihak STIKES-BMG maupun Poltekkes Gorontalo akan lebih intens lagi dalam mempersiapkan event level internasional ini, terlebih mempersiapkan fiksasi kegiatan. “Untuk timeline, sudah dibahas pada pertemuan itu. Dan yang paling penting adalah kita akan mensortir pembicara internasional yang akan kita undang pada seminar nanti,” kata Ayu.
Seminar internasional yang digelar tahun lalu, kata Ayu, menjadi pengalaman berharga dan bisa dijadikan acuan untuk pelaksanaan seminar internasional yang digagas bersama ini. “Tahun lalu, seminar internasional yang kita gelar, mengangkat tema tentang tujuan pembangunan yang berkelanjutan. Ini disambut antusias dan dihadiri kurang lebih 600 peserta dari berbagai kalangan, mulai dari PNS, mahasiswa, dosen dan para praktisi maupun masyarakat umum. Dan kita telah mempublikasi 26 karya ilmiah. Forum ilmiah seperti ini, sangat penting untuk menjaga iklim ilmiah di kampus dan masyarakat,” kata Ayu, sembari menambahkan,  Seminar Internasional ini rencananya akan digelar akhir tahun 2019 atau awal tahun 2020 nanti.