William Indra S. Mooduto, SE.,MSA.,Ak., CA

KAMPUS BMG – Dosen merupakan salah satu elemen penting yang sangat mendukung peningkatan mutu pendidikan di Perguruan Tinggi. Secara umum, dosen Perguruan Tinggi dibagi atas dua, yaitu Dosen Tetap dan Dosen Tidak Tetap. Dosen Tetap adalah dosen yang bekerja penuh waktu pada perguruan tinggi sebagai satuan administrasi pangkalnya dan tidak sedang menjadi pegawai tetap di satuan administrasi pangkal yang lain. Sedangkan Dosen Tidak Tetap adalah dosen yang bekerja secara tidak penuh waktu pada perguruan tinggi
Seperti halnya Perguruan Tinggi Lain, untuk memenuhi rasio dosen dan mahasiswa, Program Pascasarjana STIA Bina Taruna Gorontalo, khususnya Program Studi Magister Ilmu Administrasi banyak merekrut Dosen Tidak Tetap dari kalangan praktisi pemerintah dan aparat negara yang diberi Nomor Induk Dosen Khusus. Hal ini didasari dengan adanya PERMENRISTEK DIKTI Nomor 26 Tahun 2015 tentang Registrasi Pendidik Pada Perguruan Tinggi.
Berdasarkan PERMENRISTEK DIKTI Nomor 26 Tahun 2015, Nomor Induk Dosen Khusus (NIDK) tersebut, kata Sekretaris Yaysan Bina Mandiri Gorontalo, William Indra S. Mooduto, SE.,MSA.,Ak., CA, ini diberikan kepada dosen yang diangkat Perguruan Tinggi berdasarkan perjanjian kerja setelah memenuhi persyaratan.
“Dosen tersebut dapat berasal dari pegawai negeri sipil, TNI, POLRI, peneliti, praktisi, perekayasa, atau dosen pernah tugas,” tutur William. Berkenaan dengan hal ini, Beberapa Dosen khusus yang ada di PPs STIA Bina Taruna Gorontalo berasal dari praktisi pemerintah dan Aparat Negara, diantaranya Bapak Dr. Anis Naki, MM selaku Asisten Pelayanan Publik SETDA Provinsi Gorontalo dan mantan Pejabat Bupati Pohuwato (PEJABUP) mengampu Mata Kuliah Manajemen Sektor Publik. Selain itu, ada juga Bapak Drs. David Bobihoe Akib, MSc.,MM, selaku Mantan Bupati Gorontalo mengampu Mata Kuliah Manajemen Pelayanan Publik.
William menambahkan keberadaan Dosen Khusus dari kalangan praktisi ini memberikan dampak positif bagi mahasiswa Program Pascasarjana STIA Bina Taruna Gorontalo, khususnya bagi Mahasiswa Program Studi Magister Ilmu Administrasi. Karena dengan adanya Dosen Khusus dari Kalangan Praktisi ini memperluas wawasan mahasiswa tidak hanya pada tataran teori, tetapi juga pada tataran praktek dan realita sehari-hari. Sehingga nantinya mahasiswa menjadi paham dengan penerapan ilmunya”Tutur William.(hms/bmg/roy)