KAMPUS BMG – STIKES Bina Mandiri Gorontalo merupakan perguruan tinggi yang membuka cabang ilmu yang berhubungan langsung dengan bidang kesehatan. Aktifitas perkuliahan mahasiswa di Perguruan Tinggi yang berada di bawah naungan Yayasan Bina Mandiri Gorontalo (YBMG) ini, sebagian besar berorientasi pada praktikum.
Dan ini erat kaitannya dengan upaya STIKES-BMG dalam mempertajam kompetensi mahasiswa, termasuk di dalamnya penguasaan mahasiswa terhadap penggunaan berbagai instrument laboratorium.
Salah satu mata kuliah yang tak lepas dari aktifitas laboratorium ialah Fitokimia atau Fitonutrien yang merupakan proses ekstraksi bahan kimia yang terdapat pada tumbuhan, sayuran, dan buah-buahan.
Dalam praktikum ini, mahasiswa melakukan proses ekstraksi menggunakan alat Refluks untuk penarikan zat kimia sehingga terpisah dari bahan yang tidak dapat larut dengan pelarut cair tertentu.
Menurut Ketua Program Studi S1 Farmasi Bapak Adnan Malaha, praktikum Fitokimia mahasiswa mengidentifikasi senyawa kimia yang terkandung dalam tanaman untuk proses pembuatan obat-obatan.
“Mahasiswa mengidentifikasi salah satu tanaman dan kandungan zat kimia di dalamnya untuk proses pembuatan obat, misalnya kandungan dalam tanaman jahe untuk mengobati penyakit seperti batuk, penghilang rasa sakit dan sebagainya,” Kata Adnan
Praktikum Fitokimia bagi mahasiswa STIKES Program Studi S1 Farmasi, baru sebatas penguasaan metode dalam mengidentifikasi kandungan senyawa kimia dalam tanaman.
“Ini praktikum mata kuliah Fitokimia, mahasiswa baru sekedar pengenalan metode praktikum dalam penggunaan alat refluks” Ujur Adnan sapaan.(hms/bmg/roy)